Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2015

7 Pesawat Pembom Terbaik di Dunia

Secara historis, pesawat pembom atau pesawat bomber digunakan untuk misi-misi strategis dan rahasia, namun seiring waktu pesawat pembom sekarang juga dioptimalkan untuk melaksanakan berbagai misi penyerangan. Berdasarkan jangkauan dan kapasitas muatannya, Artileri mengurutkan 7 pesawat pembom terbaik yang masih beroperasional saat ini.

1. Xian H-6



Xian H-6 (Hong-6) adalah pesawat pembom strategis yang dioperasikan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China dan merupakan varian China dari pesawat pembom Tupolev Tu-16. Angkatan Laut China juga mengoperasikan H-6 versi pembawa rudal.

Pembom H-6 pertama yang dibangun China dioperasikan oleh PLAAF pada tahun 1969. Internal weapon bay pada H-6 dapat menampung hingga 9.000 kilogram bom dari berbagai jenis atau sebuah bom nuklir. Pembom ini juga dipersenjatai dengan dua senjata 23 mm dan rudal anti kapal dan anti permukaan.

H-6 memiliki kecepatan jelajah lebih dari 796 km/jam dengan jangkauan sejauh 6.000 kilometer. Pada Juni 2013, PLAAF menerima versi upgrade dari H-6 yaitu H-6K. Versi H-6K dilengkapi dengan mesin turbofan baru.

2. Tupolev Tu-95 (Bear)



Tupolev Tu-95/Tu-95MS (kode Nato: Bear) adalah pesawat pembom strategis bermesin turboprop yang dikembangkan oleh Tupolev. Prototipe Tu-95 pertama kali terbang pada bulan November 1952 dan baru pada tahun 1957 pesawat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Uni Soviet.

Tu-95 mampu membawa 15.000 kilogram beban tempur yang terdiri dari bom dan rudal. Tu-95 juga dilengkapi dengan senjata 23 mm. Angkatan Udara Rusia saat ini mengoperasikan varian Tu-95MS yang merupakan versi pembom dan pembawa rudal dari Tu-95.

Mesin turboprop NK-12M yang menggerakkan empat baling-baling AB-60K, menjadikan Tu-95 sebagai satu-satunya pesawat pembom yang beroperasional saat ini yang menggunakan mesin turboprop. Pesawat ini mampu mencapai kecepatan maksimum 830 km/jam dengan jangkauan terjauh 15.000 kilometer.

3. Tupolev Tu-22M



Tupolev Tu-22M (kode Nato: Backfire) adalah pesawat pembom strategis dan maritim berkecepatan supersonik yang diproduksi oleh Tupolev berdasarkan desain pesawat pembom Tu-22 standar. Tu-22M saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara dan Pasukan Udara Angkatan Laut Rusia. Pesawat ini juga dioperasikan oleh India dan Ukraina.

Pembom Tu-22 terbang pertama kali pada tahun 1969 dan baru dioperasikan pada tahun 1972. Pesawat ini pertama kali dikerahkan di Afghanistan (1987-1989), dan sejak itu total sudah 497 pembom Tu-22 yang dibangun. Diawaki oleh empat orang, Tu-22 mampu mencapai kecepatan maksimum 2.000 km/jam dan jangkauan taktis 6.800 km.

Tu-22M mampu membawa rudal Kh-22, 6 nuklir Kh-15 atau rudal anti radar Kh-15P, rudal udara ke permukaan Kh-31A/P dan Kh-35, dan sekitar tiga bom free-fall. Maksimum berat lepas landas adalah 124.000 kilogram.

4. B-52 Stratofortress



B-52 Stratofortress adalah pesawat pembom kelas berat jarak jauh yang diproduksi oleh Boeing dan dioperasikan oleh Angkatan Udara AS dan NASA. B-52 Stratofortress juga menjadi pesawat dengan masa pengabdian terlama di militer AS. Digunakan AS dalam berbagai misi, salah satunya Operasi Pembebasan Irak.

B-52 Stratofortress terbang pertama kali pada bulan April 1952 dan beroperasional pada tahun 1954. Total Boeing telah membangun 744 unit B-52 Stratofortress dalam 12 varian. Maksimum berat lepas landas adalah 203.000 kilogram.

Varian baru B-52 Stratofortress, B-52H mampu membawa bom free-fall, bom cluster, rudal presisi dan joint direct attack munitions (JDMA), dan total memiliki muatan sebesar 31.700 kilogram. Pesawat ini dapat terbang dengan kecepatan hingga 1.046 km/jam ke berbagai lokasi lebih dari 10.000 kilometer tanpa mengisi bahan bakar dan terbang di ketinggian 15.240 meter. Pesawat ini diawaki oleh lima orang dan didukung oleh delapan mesin turbofan Pratt & Whitney TF-33.

5. B-1B Lancer



B-1B Lancer adalah pesawat pembom strategis jarak jauh yang diproduksi oleh Rockwell International dan dioperasikan oleh Angkatan Udara AS. Desain pesawat ini didasarkan pada pesawat pembom B-1A dan telah dilengkapi kemampuan untuk menghindari radar lebih baik lagi dari model awal. B-1B Lancer terbang pertama kali pada bulan Oktober 1984.

Pada 1990-an, B-1B digunakan AS dalam misi conventional-weapons. Pada tahun 1999, enam B-1B dikerahkan di Pangkalan Angkatan Udara Inggris, Fairford, untuk memberikan bantuan dalam Operation Allied Force di Kosovo. B-1B diawaki oeh empat orang dan memiliki internal payload bay terbesar dari seluruh pesawat pembom.

B-1B menggunakan empat mesin turbofan General Electric F101-GE-102 dan dapat memuat 84 bom Mark 82 (500 pon), atau 30 CBU-87/89/97, atau 24 JDAMS. B-1B juga dapat membawa rudal nuklir jarak pendek AGM-69A. Pesawat ini dapat terbang dengan kecepatan 1.470 km/jam dan terbang di ketinggian lebih dari 9.144 meter.

6. Tupolev Tu-160/Blackjack



Pesawat pembom strategis berkecepatan supersonik Tupolev Tu-160 (kode Nato: Blackjack) yang diproduksi oleh tupolev dan Kazan Aircraft Production Association ini didesain untuk membawa senjata nuklir dan konvensional. Dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia dan dibuat dalam delapan varian.

Tu-160 pertama kali terbang pada bulan Desember 1981 dan mulai dioperasikan Angkatan Udara Rusia pada April 1987. Pesawat ini mampu terbang di segala cuaca, siang dan malam dan di semua lintang geografis.

Pesawat pembom ini dapat membwa bom free-fall hingga 40.000 kilogram dan memiliki dua weapon bay yang dapat menampung 12 rudal Kh-55MS dan sampai 24 rudal nuklir jarak pendek Kh-15P. Tu-160 memiliki sistem pengisian bahan bakar di udara dan menggunakan empat mesin turbofan Kuznetsov NK-32. Maksimum kecepatan jelajahnya 2.200 km/jam dengan jangkauan terjauh 12.300 km.

7. B-2 Spirit



Dioperasikan oleh Angkatan Udara AS, B-2 Spirit adalah pesat pembom kelas berat jarak jauh dan berfitur siluman yang diproduksi oleh Northrop Grumman. Karena fitur silumannya, pesawat ini mampu menembus sistem pertahanan udara yang canggih dan rapat.

B-2 diproduksi di fasilitas Northrop Grumman di Pico Rivera dan Palmdale di California dan pertama kali terbang pada bulan Juli 1989. Sebanyak 20 unit B-2 berpangkalan di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri. B-2 dikerahkan saat Operasi Pembebasan Irak pada tahun 2003 dan dalam Operasi Odyssey Dawn di Libya pada tahun 2011.

Pesawat pembom multiperan ini mampu membawa senjata seberat 18.143 kilogram. Terbang di ketinggian 15.240 meter dengan jangkauan lebih dari 11.000 kilometer tanpa mengisi bahan bakar dan 18.000 kilometer dengan satu kali mengisi bahan bakar. B-2 dapat membawa senjata konvensional dan nuklir, precision-guided munitions, bom free-fall dan senjata maritim. B-2 juga dapat membawa rudal jelajah AGM-129, sekitar 80 joint direct attack munitions dan senjata penetrator Boeing.

SUMBER : ARTILERI.ORG

Kamis, 02 April 2015

5 Pesawat Tempur Rusia yang Paling Mematikan


Selama Perang Dingin, Angkatan Udara Uni Soviet adalah angkatan udara terbesar di dunia. Armada tempur udara Soviet utamanya dibuat oleh beberapa perusahaan dirgantara, yaitu Mikoyan-Gurevich, Sukhoi dan Tupolev. Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya memproduksi pesawat dalam jumlah yang besar, namun juga berteknologi tinggi.

Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, berbagai negara baru bermunculan dan mereka juga mewarisi berbagai pesawat tempur, serang, pembom dan transportasi, meskipun sebagian besar masih diwarisi oleh Rusia. Mendekati keruntuhan Uni Soviet, berbagai perusahaan-perusahaan dirgantara Rusia mengalami masa kritis akibat krisis ekonomi, hingga akhirnya mulai bangkit pada tahun 2000-an.

Setelah hampir seperempat abad sejak Uni Soviet runtuh, Rusia akhirnya kembali menancapkan cakarnya di udara. Mulai dari pengembangan varian-varian Sukhoi yang lebih canggih, powerfull dan mematikan, hingga upgrade pesawat-pesawat era Uni Soviet untuk memenuhi kebutuhan perang udara Rusia di masa kini dan masa mendatang.

Di bawah ini adalah 5 pesawat Rusia yang paling mematikan yang kami kutip dari laman National Interest.

1. PAK FA



PAK FA merupakan proyek penerbangan Rusia yang paling ambisius pasca berakhirnya Perang Dingin. PAK FA yang merupakan akronim dari Perspektivnyi Aviacionnyi Kompleks Frontovoi Aviacii adalah pesawat tempur generasi kelima Rusia yang dikembangkan Biro Desain Sukhoi, yang selama ini sukses dengan Su-27 Flanker-nya. PAK FA mulai dikembangkan pada bulan April 2002 setelah Sukhoi memenangkan tender desain untuk menciptakan pesawat tempur masa depan Rusia.

Permukaannya yang datar membuat pesawat siluman ini sekilas masih mirip dengan Su-27 Flanker. PAK FA diberikan kemampuan supercruise, yaitu kemampuan untuk terbang dengan kecepatan di atas Mach 1 tanpa menggunakan afterburner, dengan kata lain kecepatan tersebut dapat dicapainya hanya dengan menggunakan mesin. Pesawat ini juga dilengkapi dengan radar active electronically scanned array (AESA) dan sensor elektro-optik untuk melacak dan menyerang target. Teluk senjata internalnya (internal weapon bay) mampu membawa hingga 6 rudal jarak jauh, rudal udara ke darat, atau rudal campuran. Disimpannya rudal di teluk senjata internal (di dalam badan) berguna agar tidak merusak fitur silumannya.

PAK FA pertama kali terbang pada tanggal 29 Januari 2010, terbang selama 47 menit dari pabrik pesawat Yuri Gagarin di timur jauh Rusia. Saat ini sudah 5 prototipe PAK FA yang terbang, dengan 450 penerbangan uji coba hingga akhir 2013. PAK FA akan mulai diproduksi untuk Angkatan Udara Rusia pada tahun 2016. Dilaporkan, hingga tahun 2024, Rusia akan memperkuat armada tempur udaranya dengan 400-450 PAK FA.

2. Su-25 Frogfoot



Pada awal tahun 1968, Departemen Pertahanan Uni Soviet menginginkan pesawat khusus untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dalam upaya memberi dukungan tempur bagi pasukan darat Uni Soviet, setelah dipensiunkannya pesawat serangan darat Ilyushin Il-2. Pesawat-pesawat tempur pembom Soviet yang ada saat itu (Su-7, Su-17, MiG-21 and MiG-23) juga tidak cocok melakukan dukungan udara jarak dekat bagi pasukan darat, karena tidak dilengkapi lapisan armor untuk melindungi pilot dan kecepatan penerbangannya yang tinggi menyulitkan kontak visual pilot dengan target. Akhirnya Su-25 mulai dikembangkan pada tahun 1972 dan terbang pertama kali pada 22 Februari 1975.

Seperti halnya pesawat A-10 Amerika Serikat, Su-25 dirancang untuk serangan darat jarak dekat. Su-25 digambarkan sebagai truk sarat mutan dengan sepuluh cantelan untuk membawa bom, peluncur roket, rudal udara ke permukaan dan rudal udara ke udara. Su-25 juga dilengkapi dengan kanon GSh-30-2 30 mm untuk mengatasi target kecil di darat.

Su-25 telah diterjunkan dalam berbagai konflik di dunia, mulai dari pendudukan Soviet di Afghanistan pada 1979-1989, perang di Chechnya, Perang Teluk Persia, dan sekarang konflik di Ukraina. Versi baru standar Su-25 SM, dilakukan upgrade pada airframe, head up display, sistem navigasi satelit GLONASS dan radar penerima peringatan. Sekitar 195 unit Su-25 dari berbagai varian yang kini dioperasikan Rusia.

3. Tu-95 "Bear"



Salah satu pesawat tertua namun termasuk yang paling efektif dalam gudang persenjataan udara Rusia adalah Tupolev Tu-95 "Bear". Tu-95 adalah pesawat pembom yang desainnya sudah berusia 60 tahun lebih. Angkatan Udara Rusia mempercayakan misi serangan jarak jauh kepada Tu-95, termasuk penerbangannya ke 50 mil dari garis pantai California, Amerika Serikat.

Karena semakin canggihnya sistem pertahanan udara Amerika Serikat, membuat sulit bagi Tu-95 menembus wilayah Amerika Serikat. Akhirnya Tu-95 berevolusi menjadi pesawat pembawa rudal jelajah nuklir, membawa satu rudal jelajah nuklir Raduga Kh-20.

Tu-95 juga berevolusi menjadi pesawat patroli dan pesawat intai maritim. Kecepatannya yang tinggi dan jangkauannya yang jauh membuatnya mampu mengawasi konvoi armada Atlantik Utara dan kemudian menyerang mereka dengan rudal jelajah atau dengan menyerahkannya ke kekuatan udara lain atau kekuatan laut.

Setelah absen sekian lama sejak Perang Dingin berakhir, pembom-pembom ini mulai kembali melakukan patroli penerbangan jarak jauh. Pada tanggal 4 September, dua pembom Tu-95 terbang dari Rusia barat menuju pesisir timur Amerika Serikat. Bertepatan selama KTT NATO di Wales di mana aliansi membahas situasi di Ukraina. Saat ini sekitar 58 unit Tu-95 yang masih dioperasikan Angkatan Udara Rusia.

4. Tu-160



Pesawat pembom kelas berat yang terakhir diproduksi oleh Uni Soviet adalah Tu-160 Blackjack. Diproduksi antara tahun 1980-1992, Blackjack merupakan pembom tercanggih Rusia saat ini, mampu beroperasi di segala cuaca baik siang maupun malam hari sambil membawa banyak rudal jelajah nuklir.

Di awal 1970-an, Uni Soviet menginginkan pesawat pembom berkecepatan tinggi yang mampu melakukan penetrasi ke wilayah udara musuh baik di ketinggian tinggi maupun rendah, mampu lepas landas dan mendarat di jarak yang pendek, sehingga bisa dioperasikan di lapangan udara kecil. Akhirnya setelah masa pengembangan yang lama, Tu-160 yang pertama terbang pada 18 Desember 1981.

Dijuluki "White Swan" di Rusia, dengan sayap yang bisa menyapu (dilipat ke belakang), bentuk ramping, dan mesin turbofan yang dipasang di bawah badan pesawat. Tu-160 merupakan pembom unik dan mematikan.

Tu-160 memiliki kecepatan maksimum 2.000 kilometer per jam dan jangkauan 14.000 kilometer tanpa perlu mengisi bahan bakar selama perjalanannya. Untuk menambah jangkauannya, Tu-160 dapat diisi bahan bakar (dengan air refueling) oleh pesawat tanker Il-78.

Tu-160 mampu membawa 22 ton persenjataan pada dua teluk senjata eksternalnya, termasuk rudal jelajah nuklir Raduga Kh-55. Kh-55 merupakan rudal low-observable, bertenaga turbofan dengan jangkauan lebih dari 2.500 kilometer. Tu-160 mampu membawa hingga 12 Kh-55.

Untuk tujuan defensif, sistem pertahanan diri Baikal akan mendeteksi dan mengacaukan sistem pertahanan udara musuh. Sistem deteksi termalnya dapat mendeteksi rudal atau pesawat musuh yang masuk, kemudian menyerangnya dengan rudal atau mempertahankan diri dengan melepaskan flare.

Tiga puluh lima Tu-160 telah dibangun oleh Uni Soviet dan Rusia. Hanya 16 unit yang kini digunakan oleh Rusia. Meskipun bukan termasuk bomber berbadan besar, namun jika 16 unit ini disatukan makan dapat meluncurkan 192 rudal jelajah nuklir Kh-55, yang setiap rudal kekuatannya setara 200 kiloton TNT. Sebagai pembanding, bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, hanya berkekuatan sekitar 16 kiloton.

5. Su-35 Flanker



Teknologi Sukhoi Su-35 berada di antara Su-27 tua dan PAK FA, dan menjadi solusi sementara Rusia untuk mengisi kesenjangan kekuatan udara hingga akhirnya PAK FA diproduksi dalam jumlah mencukupi. Pada beberapa hal, Su-35 merupakan perpaduan dari kedua generasi pesawat tersebut, menyerupai Su-27 namun beberapa sistemnya juga digunakan oleh PAK FA.

Sistem senjata, propulsi (mesin) dan avionik telah ditingkatkan. Radar AESA Erbis-E mampu mendeteksi pesawat lain hingga jarak 400 km. Untuk pertahanan diri, Su-35 dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik Khibiny-M, serta KNIRTI SAP 14 dan 518 jammers, yang secara bersama-sama dapat mengacaukan radar NATO. Jammers-nya juga bisa mengirimkan sinyal palsu untuk mengecoh radar musuh.

Dua mesin Su-35, varian dari NPO Saturn AL-41 yang juga mirip dengan versi yang digunakan PAK FA, serta thrust vectoring nozzle memberikannya kemampuan dan kualitas manuver yang luar biasa dalam pertempuran udara. Badan pesawat ini terbuat dari titanium, untuk mengurangi bobotnya namun meningkatkan kekuatannya. Sebagain besar bidang utama badan Su-35 menggunakan bahan penyerap radar, artinya pesawat ini semi siluman (diperkuat lagi dengan jammers).

Soal senjata, Su-35 mampu membawa berbagai jenis senjata dalam jumlah yang besar. Pesawat ini memiliki 19 cantelan untuk membawa senjata, jammers, tanki bahan bakar eksternal dan sensor tambahan. Su-35 selama ini hanya terlihat membawa dua jenis rudal yaitu K-77ME, versi ramjetnya dari rudal udara ke udara JK-77, dan KH-59, rudal untuk serangan darat. Hingga tahun depan, Rusia akan memiliki 48 unit Su-35. 
SUMBER :ARTILERI.ORG

5 Pesawat Serang Paling Mematikan Tahun 2015

Pesawat serang untuk misi close air support (CAS) atau dukungan udara jarak dekat bagi pasukan darat saat ini tidak banyak lagi dikembangkan. Untuk melakukan 'misi kotor' memborbardir pasukan darat musuh, angkatan-angkatan udara saat ini cenderung lebih memilih menggunakan pesawat tempur pembom yang membawa amunisi precision-guided. Namun apapun itu, selama puluhan tahun bahkan hingga saat ini, pesawat serang taktis telah menjadi salah satu kekuatan udara penting untuk misi penghancuran pasukan musuh dan memberikan bantuan bagi pasukan darat.

Di bawah ini adalah lima pesawat serang modern yang berperan sebagai pesawat serangan darat. Semua pesawat ini khusus untuk menyerang pasukan musuh dalam situasi taktis, bukan strategis.

1. A-10 "Warthog"



A-10 Warthog lahir saat terjadinya perselisihan di tubuh militer AS. Di akhir tahun 1960-an, terjadi "perang" antara Angkatan Darat AS dan Angkatan Udara AS yang masing-masing ingin mengembangkan pesawat dukungan udara. Angkatan Darat AS mengembangkan helikopter serang Cheyenne, sedangkan Angkatan Udara AS mengembangkan pesawat YA-9. Kedua prototipe pesawat berhasil dibuat, namun karena dianggap bermasalah akhirnya kedua dibatalkan. Meskipun begitu, YA-9 adalah cikal bakal dari lahirnya A-10, yang bersenjata berat dan khusus untuk 'membunuh' tank Uni Soviet.

A-10 sukses menjalankan misinya selama Perang Teluk, mendatangkan malapetaka bagi konvoi tank Irak. A-10 juga terjun dalam perang di Irak dan Afghanistan, dan baru-baru ini juga melakukan penyerangan terhadap ISIS. Pesawat ini terbukti sangat efektif, terbang dengan kecepatan rendah, dan berkeliaran mencari mangsa untuk waktu yang lama.

Angkatan Udara AS beberapa kali mewacanakan akan memensiunkan A-10, bahkan sejak tahun 1980-an. Pesawat ini dianggap tidak lagi cocok dalam situasi pertempuran modern saat ini, dan pesawat pembom multiperan seperti F-16 hingga F-35 dianggap lebih aman digunakan untuk menjalankan misi semacam ini.

2. Su-25 "Frogfoot"



Su-25 adalah pesawat yang terbang lambat, dilapisi dengan armor, dan mampu membawa senjata dalam jumlah yang besar. Su-25 dirancang untuk misi penyerangan di sepanjang Central Front dalam konflik NATO - Pakta Warsawa.

Su-25 telah terjun langsung dalam berbagai pertempuran. Su-25 pertama kali diterjunkan saat invasi Uni Soviet ke Afghanistan, dengan misi sebagai pesawat counter insurgency (COIN). Angkatan Udara Irak juga menggunakan Su-25 secara luas dalam Perang Irak-Iran. Su-25 juga telah banyak digunakan dalam perang yang terkait dengan runtuhnya Uni Soviet, seperti Perang Rusia - Georgia pada tahun 2008 dan perang di Ukraina saat ini. Sebelum kejadian ditembaknya pesawat sipil Malaysia di Ukraina beberapa waktu lalu, MANPAD (peluncur rudal bahu) pemberontak Ukraina pro Rusia beberapa kali telah menembak jatuh Su-25 Ukraina. Tahun lalu, ketika diketahui Tentara Nasional Irak tidak lagi mampu mengatasi ISIS, Su-25 "Frogfoot" kembali menjadi sorotan karena Iran yang menawarkan bantuan Su-25 angkatan udaranya.

3. Embraer Super Tucano



Secara lahiriah, bentuk Embraer Super Tucano cukup sederhana. Terlahir di zaman modern, namun fisik pesawat ini lebih mirip pesawat P-51 Mustang Amerika, pesawat tujuh puluh tahun lalu. Super Tucano merupakan pesawat serang ideal, mampu melacak pemberontak, dan menargetkan dan memaksa mereka keluar dari persembunyian, dan terus berkeliaran hingga misinya usai. Super Tucano dianggap sebagai pesawat COIN yang sempurna.

Super Tucano saat ini diterbangkan oleh belasan Angkatan Udara di Amerika Selatan, Afrika dan Asia. Pesawat ini sangat membantu Brasil (produsen) dalam memantau pedalaman hutan Amazon yang luas, dan memfasilitasi perjuangan Kolombia melawan pemberontak FARC. Angkatan Udara Dominika juga menggunakan Super Tucano untuk melawan perdagangan obat bius, sedangkan Indonesia salah satunya menggunakan pesawat ini untuk memburu bajak laut.

Angkatan Udara AS juga memiliki satu skadron Super Tucano, yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas serangan udara Angkatan Udara Afghanistan. Super Tucano sangat berguna bagi Angkatan Udara Afghanistan, mudah diterbangkan dan dirawat, dan cocok untuk situasi pertempuran menghadapi Taliban.

4. Lockheed Martin AC-130 Spectre



Di awal Perang Vietnam, Angkatan Udara AS (USAF) menginginkan pesawat yang besar dan bersenjata berat yang mampu terus berkeliaran di medan perang, dan memberikan bantuan tembakan ketika tentara Vietkong menyerang, atau memborbardir lokasi persembunyiannya. USAF awalnya mengembangkan AC-47 "Spooky," sebuah pesawat angkut C-47 yang dilengkapi dengan senjata.

Spooky memang cukup efektif, dan USAF menganggap bahwa pesawat yang lebih besar kemungkinan akan lebih baik. Maka dikembangkanlah pesawat serang dari pesawat angkut C-130 Hercules, hasilnya AC-130 yang sangat besar untuk ukuran pesawat CAS. AC-130 terbang lambat dan benar-benar memberikan ancaman bagi musuh. Meskipun begitu, beberapa AC-130 hilang selama Perang Vietnam, dan satu yang lainnya jatuh karena rudal MANPAD saat Perang Teluk.

Saat menyerang, AC-130 benar-benar akan melumatkan posisi musuh berkeping-keping. Mampu mengorbit di posisi musuh secara terus menerus, dan menembakkan senjata berat. AC-130 digunakan AS dalam Perang Vietnam, Perang Teluk, invasi Panama, konflik Balkan, Perang Irak dan Perang Afghanistan.

5. Textron Scorpion



Textron Scorpion memang belum pernah diterjunkan dalam peperangan atau misi penyerangan khusus karena pesawat ini memang baru dikembangkan. Tapi pesawat ini bisa jadi akan sedikit mengubah pasar penerbangan militer di abad 21. Scorpion adalah pesawat subsonik yang membawa persenjataan berat. Senjata yang dibawanya memang tidak sebanyak A-10 apalagi Su-25, namun dilengkapi dengan avionik canggih dan cocok untuk misi penyerangan dan ISR.

Scorpion berpotensi menjadi pesawat penting banyak Angkatan Udara di dunia. Dalam dua dekade terakhir banyak angkatan udara yang enggan mengembangkan atau membeli pesawat CAS semacam ini, mereka lebih memilih pesawat tempur pembom multiperan. Namun mengingat biaya pengoperasian pesawat-pesawat tersebut sangat mahal, dan fakta banyak angkatan udara yang menggunakan pesawat tempur untuk untuk patroli di perbatasan, maka Scorpion ataupun Super Tucano akan sangat menghemat anggaran.
SUMBER : ARTILERI.ORG

8 Helikopter SAR Terbaik di Dunia


Helikopter SAR (search and rescue) modern saat ini, seperti S-92, AW101 dan S-70i menawarkan kemampuan yang baik untuk misi SAR. Artileri mengurutkan 8 helikopter SAR terbaik berdasarkan jangkauan, fleksibilitas, peralatan dan kapasitasnya.

1. Helikopter S-92 SAR

Helikopter S-92 SAR adalah helikopter multiperan segala cuaca yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft. Kokpit S-92 yang terintegrasi dengan Automatic Flight Control System (AFCS) termasuk radar cuaca, pencitra termal, dan sensor pencari lainnya, memungkinkannya untuk terbang ke lokasi dengan cepat dan tepat. S-92 varian SAR ini mampu mengangkut 10 penumpang, sistem flotasi darurat dan satu 21-man life raft.



Kabin S-92 yang luas dapat mengakomodasi peralatan dan sistem SAR, seperti forward looking infrared radar (FLIR) operator console, peta digital, tangki bahan bakar tambahan, dual rescue hoist with spot light, satu atau dua triple NATO-standard litter kits, wire strike protection dan cargo hook.

Penumpang dapat dengan mudah masuk ke kabin melalui pintu geser sisi kanan dan pintu belakang yang lebarnya 2,13 m. S-92 mampu menyelamatkan dua korban di kejauhan 380 km dan sepuluh korban di kejauhan 334 km hanya dengan bahan bakar internalnya.

2. Helikopter AW101 SAR

Helikopter AgustaWestland AW101 SAR memiliki jangkauan lebih dari 1.300 km dan dapat menampung hingga 30 korban, 16 pasien dengan tandu atau muatan hingga 5.000 kg.



Helikopter ini terintegrasi dengan radar cuaca./pencarian, sistem elektro-optik, pintu geser dan jalan belakang yang besar, fast roping/abseiling kit, lampu pencarian dan pengeras suara, kargo kait, peralatan flotasi darurat dan dua 14-man life rafts.

3. Helikopter S-70i SAR

Merupakan derivat dari helikopter Black Hawk, S-70i SAR didesain khusus untuk melakukan tugas SAR menantang.



Kokpit S-70i dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan otomatis ganda yang sepenuhnya terintegrasi dengan mode SAR. S-70i dilengkapi dengan FLIR, SAR direction finder, underwater beacon dan external electric rescue hoist.

S-70i dapat dilengkapi dengan lampu pencarian Nightsun, radar cuaca berwarna, personnel locator system, emergency locator transmitter, dan peralatan pengukur jarak. S-70i dapat terbang untuk misi SAR dalam radius sekitar 250 km selama hampir tiga jam.

4. Helikopter S-76D SAR

Helikopter S-76D SAR didesain untuk memenuhi seluruh jenis operasi SAR saat ini. S-76D dilengkapi dengan SAR coupled autopilot dan stasiun observasi yang menampilkan output dari sistem pencitraan siang-malam untuk kru.



S-76D dapat dilengkapi dengan FLIR, charge-coupled device (CCD) cameras, perangkat pencitraan multi sensor, radar cuaca, lampu pencarian SX5 atau SX16, kerekan penyelamatan, sistem rappelling dan/atau fast rope, dan tanki bahan bakar tambahan. Pintu kabin geser dan peralatan rappelling atau fast rope memastikan kecepatan S-76D dalam melaksanakan aksi SAR.

Kabin S-76D yang besar dan fleksibel mampu mengangkut hingga 12 orang dan peralatan pendukung. Dengan bahan bakar internal, helikopter ini mampu terbang selama empat jam.

5. Helikopter AW189 SAR

AW189 adalah helikopter yang dikonfigurasi untuk menjalani misi SAR saat ini dan di masa mendatang, termasuk misi SAR yang menantang. Helikopter ini telah digunakan oleh Departemen Transportasi Inggris untuk menjalankan misi SAR selama lebih dari 10 tahun.



Kombinasi jangkauan dan muatannya yang besar memungkinkan AW189 untuk menjalankan misi SAR jarak jauh. Helikopter ini diawaki oleh satu atau dua pilot dan mampu mengangkut 16-18 penumpang.

Helikopter AW189 SAR mampu ditumpangi delapan korban dan beberapa tandu, terintegrasi dengan FLIR/TV, lampu pencarian terkontrol, sistem pemetaan Honeywell dan beberapa sistem komunikasi lainnya. Helikopter ini memiliki jangkauan maksimum 370 km saat membawa 12 penumpang.

6. Helikopter EC225 Super Puma

Helikopter EC225 Super Puma buatan Eurocopter Group didesain untuk menjalankan misi SAR di segala cuaca.



Helikopter ini terintegrasi dengan sensor, sistem referensi inersia, FLIR, dan sistem radar untuk memenuhi semua kebutuhan misi SAR. Fitur uniknya, seperti melayang kurang dari 1 meter menjadikan helikopter ini sebagai helikopter yang andal untuk menjalankan misi SAR.

EC225 dilengkapi dengan enam kursi dan untuk medis hingga tiga tandu. EC225 memiliki jangkauan maksimum 1.135 km dengan data tahan terbang 5 jam 36 menit.

7. Helikopter AW139 SAR

Kecepatan jelajah yang tinggi dan kapasitas muatan AW139 yang besar dan dikombinasikan dengan OEI yang baik, menjadikannya sebagai helikopter yang andal untuk misi SAR bahkan di lingkungan yang ekstrem.



AW139 mengintegrasikan radar pencarian/cuaca, sistem FLIR/low light television (LLTV), empat bag floatation system, dua 17-man external life rafts ekternal, lampu pencarian, external rescue hoist, ice detection dan active protection system. 4-axis auto pilot memungkinkan helikopter ini untuk auto hover, modus SAR dan pencarian.

AW139 SAR mampu membawa satu atau dua pilot dan 12 penumpang. Mampu terbang sejauh 927 km dengan membawa beban maksimum. Daya tahan maksimumnya di ketinggian 6.000 kaki dengan bakar 1.654kg (tidak ada bahan bakar cadangan) adalah 5 jam 56 menit.

8. Helikopter EC725

Helikopter EC725 dari Eurocopter Group adalah helikopter multiperan yang cocok untuk misi SAR dan CSAR (Combat Search and Rescue). Mampu dioperasikan dari kapal dan darat untuk melakukan misi di situasi yang kompleks.



Kokpitnya mengusung four-axis dual duplex digital AFCS, sistem manajemen penerbangan Doppler, mode GPS dan SAR. Helikopter ini dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR seperti radar pencarian dan cuaca, kamera TV/IR, eye-safe laser telemeter, double hoist, emergency floatation system, instalasi pembawa untuk korban tandu, locator dan pengeras suara dan sorot.

Jangkauan EC725 SAR dapat ditingkatkan dengan pengisian bahan bakar tambahan (belakang) 990l. Helikopter ini memiliki jangkauan maksimum 1.339 km dan dapat terus terbang di udara selama 6,5 jam tanpa perlu mengisi bahan bakar.

SUMBER : ARTILERI.ORG

Sabtu, 21 Maret 2015

Kelas Kirov, Kapal Perang Besar dan Menakutkan dari Rusia

Kirov

Kelas Kirov Rusia dijuluki oleh Barat sebagai "Battle Cruiser" karena ukurannya yang besar dan persenjataan berat yang diusungnya. Kirov bukanlah kapal baru, melainkan kapal perang peninggalan era Perang Dingin yang sangat menakutkan, yang menjadi salah satu alasan utama bagi pemerintah Amerika Serikat kala itu (masa Reagan) untuk meng-upgrade dan mengoperasikan kembali kapal perang Kelas Iowa.

Saat ini Rusia hanya mengoperasikan satu dari empat "monster" 252 meter ini, yaitu "Pyotr Velikiy" atau "Peter The Great," yang menjadi kapal unggulan Armada Utara Rusia. Kapal ketiga dari kelas Kirov, "Admiral Nakhimov," sedang dimodernisasi dan baru akan kembali beroperasi pada akhir dekade ini, dan kapal kedua "Admiral Lazarev," segera akan di-upgrade dan baru akan diluncurkan pada awal 2020 nanti. Sedangkan upgrade untuk kapal pertama, "Admiral Ushakov" yang sebelumnya bernama Kirov, masih dalam tahap perencanaan.

Kirov mulai dioperasikan pada tahun 1980, adik-adiknya kemudian lahir setiap 4 tahun, kecuali Kelas Kirov yang terakhir yaitu Peter The Great, baru ditugaskan pada tahun 1998 akibat terkendala krisis keuangan menjelang runtuhnya Uni Soviet.

Saat siap tempur atau bermuatan penuh, kapal ini berbobot benaman 28.000 ton, tiga kali lebih berat dari kapal Kelas Ticonderoga Amerika Serikat namun masih lebih kecil dari Kelas Iowa yang sudah non aktif. Kirov mengandalkan dua reaktor nuklir dan dua turbin uap yang total menghasilkan daya 140.000 hp. Kombinasi 2 jenis propulsi ini memungkinkan Kirov berlayar dengan kecepatan lebih dari 30 knot untuk sekitar 1.600 km. Sedangkan ketika berlayar hanya dengan menggunakan tenaga nuklir, tanpa dorongan turbin, kapal ini bisa mempertahankan kecepatan 20 knot secara kontinyu.


Lebih dari 700 pelaut yang mengoperasikan kapal besar ini, yaitu sekitar dua kali lebih banyak dari Kelas Ticonderoga Amerika Serikat. Banyaknya pelaut yang diangkut menjadi masuk akal ketika kita mengetahui berapa banyak sistem dan senjata pada Kirov. Kirov lengkap dengan senjata, roket, sistem peluncur rudal vertikal dengan ratusan rudal.

Kirov dibangun oleh Uni Soviet untuk mengatasi kapal-kapal induk Amerika Serikat yang besar, selain tentunya untuk memodernisasi angkatan lautnya sendiri. Serangan ofensif utama dari kapal ini berasal dari 20 buah rudal jarak jauh anti kapal SS-N-19 "Shipwreck". Rudal yang berbobot 7,5 ton dan panjang 10 meter ini ibarat robot kamikaze, yang diluncurkan secara salvo setidaknya empat rudal dan secara tim akan menyerang target yang berjarak 500 km jauhnya secara mandiri dengan kecepatan supersonik. Setelah diluncurkan, salah satu rudal akan terbang lebih tinggi sebagai komando bagi 3 rudal lainnya yang terbang di ketinggian rendah. Jika rudal pemimpin ini hancur (misal karena sistem pertahanan rudal), maka rudal lain akan naik menggantikan posisinya. Dan terus berlanjut hingga semua rudal tersebut hancur atau mengenai target.

Untuk penargetan awal, rudal SS-N-19 menggunakan active radar homing atau home on jam sebagai terminal guidance dan dapat menggunakan data sensor pihak ketiga (kapal patroli maritim, helikopter kapal, dan satelit). Diduga, rudal-rudal ini juga menerima update di tengah perjalanannya dengan cara yang sama dan selanjutnya "gerombolan" rudal ini mengandalkan sistem navigasi inersia dan data link sendiri untuk menemukan jalan ke target. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran terbesar kelompok kapal induk AS selama Perang Dingin.

Untuk pertahanan udara, Kirov menggunakan sistem rudal permukaan ke udara jarak jauh S-300F dan S-300FM versi baru. Rudal ini terbang mendekati kecepatan hipersonik dan dapat menjangkau sekitar 161 km dari titik peluncurannya. Versi yang lebih baru, S-300FM, disebut sangat efektif mengatasi rudal balistik jarak pendek. Mereka bahkan bisa menembak jauh ke horizon dan secara mandiri memindai targetnya layaknya rudal jelajah yang terbang rendah. Peter The Great membawa 96 rudal permukaan ke udara ini, yang biasanya terbagi dua yaitu 48 S-300F dan 48 S-300FM.



Untuk ancaman udara yang lebih dekat, Peter The Great dilengkapi sepasang menara pertahanan rudal OSA-MA, masing-masing 20 putaran. Rudal yang dipandu radar ini bisa ditembakkan dengan cepat dan dapat mengintersep beberapa target di jarak sekitar 13 km, bahkan meskipun target bergerak dengan kecepatan tinggi. Selain itu, menara OSA-MA juga dilengkapi dengan sistem peluncur rudal vertikal yang setidaknya bisa menembakkan 128 putaran rudal permukaan ke udara jarak pendek SA-N-9 "Gauntlet". Sistem rudal ini merupakan versi maritim dari sistem pertahanan rudal TOR yang sudah diekspor Rusia ke berbagai negara di dunia. Rudal ini dapat ditembakkan dengan cepat dan menghancurkan target pada jarak 10 km.

Pertahanan udara terakhirnya adalah enam close-in weapon system (CIWS) "Kashtan" yang dilengkapi sepasang radar dan elektro-optik dengan rate of fire tinggi dari amunisi 30 mm dan delapan rudal jarak pendek 9m311. Di bawah CIWS Kashtan, masih ada lebih dari 192 rudal 9m311 dan ribuan amunisi 30 mm yang dapat direload dengan cepat.

Kirov juga dilengkapi dengan AK-130 dual-gun yang menghadap ke landasan helikopter. Meriam 130 mm dua laras ini memiliki akurasi efektif kurang lebih 16 km. AK-130 akan dipandu dengan radar, optik atau dukungan elektronik lainnya dan juga dapat difungsikan untuk peran anti-pesawat. Menaranya sendiri dikendalikan secara remot atau jarak jauh.

Selain senjata anti permukaan dan anti udara, Kelas Kirov juga dilengkapi dengan kemampuan anti-kapal selam yang mematikan. Dek helikopter di buritan Kirov mengoperasikan helikopter anti kapal selam Ka-25/27. Kirov sebenarnya bisa mengakomodasi lima helikopter meskipun seringkali hanya 3 helikopter yang dibawa. Helikopter ini dipersenjatai dengan torpedo dengan data penargetan kapal selam yang akurat. Kirov juga membawa 10 tabung yang mampu meluncurkan roket torpedo SS-N-16 "Stallion". Pada dasarnya ini adalah roket yang mampu terbang sejauh 80 km, tapi kemudian menjatuhkan torpedo tepat di atas kapal selam musuh. Yang terakhir, ada tiga peluncur roket anti kapal selam (RBU-1000 dan RBU-1200) yang masing-masing mengemas empat dan lima lusin roket jarak pendek anti kapal selam.

SUMBER : ARTILERI.ORG

NAZI Pernah Ciptakan Senjata Terbesar di Dunia

Gustav Gun Jerman

Adolf Hitler pernah memerintahkan pembangunan senjata terbesar di dunia, yaitu Gustav Gun. Pada tahun 1939, Hitler menemui kesulitan dalam menembus pertahanan kuat Prancis di sepanjang pertahanannya dengan Jerman dan Italia. Prancis telah membangun benteng pertahanan sepanjang 1.500 kilometer yang terdiri dari penghambat tank dan senapan mesin.

Sebelum senjata Gustav Gun berhasil dikembangkan untuk digunakan menembus pertahanan Prancis, Hitler memutuskan untuk menyerang Prancis melalui Belgia, di mana disana Pertahanan prancis yang terlemah.

Meskipun berhasil menginvasi Prancis, pembangunan Gustav Gun terus dilakukan, dan pada tahun 1941 produsen senjata Jerman Friedrich Krupp AG berhasil membuatnya. Nama Gustav sendiri diambil dari nama Gustav Krupp von Bohlen und Halbach, kepala keluarga perusahaan Krupp.

Berat artileri ini hampir 1.500 ton dan harus dibongkar sebelum dapat dipindahkan karena terlalu berat apabila dibawa dalam keadaan utuh di rel (padahal senjata ini memang sudah ditempatkan di atas rel mobile). Tingginya sekitar 11,6 meter, lebar sekitar 6 meter, dan panjang sekitar 43 meter. Untuk memindahkan, memasang dan menyiapkannya agar siap menembak, dibutuhkan 500 personel awak yang dikomandani seorang Mayor Jenderal. Butuh waktu sekitar tiga hari untuk memasangnya kembali dan siap untuk ditembakkan.




Laras meriam ini berdiameter sekitar 80 cm dan menggunakan sekitar 1.360 kg bubuk mesiu untuk menembakkan proyektilnya. Artileri ini memiliki dua jenis proyektil, proyektil daya ledak tinggi (HE) 4.763 kg dan dan proyektil penetrasi beton (bunker buster) 7.484 kg.

Dengan ketinggian penembakan maksimum 48 derajat, amunisi berdaya ledak tinggi dapat mencapai target di kejauhan 48 km, dan amunisi penetrasi beton dapat mencapai target 37 km. Proyektil berdaya ledak tinggi berpotensi menciptakan kawah sedalam 9 meter jika mencapai target, sedangkan proyektil penetrasi beton dapat menembus beton dengan ketebalan 7 meter.

Gustav Gun tidak pernah digunakan Hitler untuk melawan Prancis, hanya pernah digunakan di Sevastopol di Crimea (Ukraina) dan untuk Pemberontakan Warsawa. Gustav Gun menembakkan 300 peluru di Sevastopol (dengan rate of fire 14 putaran per hari) dan 30 peluru di Warsawa. Tak lama setelah itu, Gustav Gun ditangkap oleh pasukan sekutu, kemudian dipreteli dan dihancurkan berkeping-keping.

Gustav Gun sebenarnya memiliki saudara yaitu Dora, sebuah artileri serupa dengan biaya pembuatan sekitar DM7 juta (sekitar USD 4 juta). Dora dihancurkan oleh Jerman sendiri karena tidak ingin jatuh ke tangan pasukan Uni Soviet yang maju menyerang. Pada tahun 1945, Jerman tidak sanggup lagi melanjutkan upaya perang mereka dan akhirnya perang pun berakhir.

SUMBER : ARTILERI.ORG

Sabtu, 14 Maret 2015

Kapal Perang Canggih Termahal di Dunia

Kendaraan militer yang kuat dan canggih menjadi salah satu indikator majunya ekonomi sebuah negara. Membentuk militer kuat membutuhkan dukungan keuangan untuk mempertahankan kedaulatan sebuah negara.

Banyak negara kaya rela mengeluarkan uang hingga miliaran dolar Amerika demi melengkapi persenjataan dan kendaraan perang. Kendaraan perang canggih dengan harga selangit juga berpotensi mengubah keseimbangan dalam hal kekuatan militer.

Kendaraan militer paling mahal di dunia menjadi platform teknologi canggih yang mampu mendatangkan kehancuran. Hampir semua kendaraan militer mahal digunakan untuk merusak seperti kapal selam, kapal induk yang dikemas dengan rudal, reaktor nuklir dan mesin kuat dengan berbagai jenis hulu ledak.

Dilansir dari The Richest, sebagian besar kendaraan militer termahal di dunia ini dimiliki negara Amerika Serikat. Berikut deretan kendaraan militer termahal di dunia:

1. USS Gerald Ford



Kendaraan militer termahal di dunia adalah USS Gerald Ford. Harga armada kapal induk Amerika ini mencapai USD 13 miliar atau setara dengan Rp 171,3 triliun. Panjang kapal ini mencapai 1.106 kaki dan hampir tidak terdeteksi oleh radar.

Kapal ini mempunyai landasan pacu ganda untuk pesawat tempur dan mampu menampung 5.000 penumpang termasuk marinir dan pelaut. Biaya untuk penyelesaian kapal ini akhirnya lebih tinggi sekitar USD 3 miliar dari taksiran awal. Naiknya biaya karena penundaan dan pemasangan alat baru serta teknologi rahasia.

2. HMS Queen Elizabeth



HMS Queen Elizabeth adalah kapal induk raksasa milik Inggris. Harga Kapal dengan panjang 918 kaki dan lebar 229 kaki ini mencapai USD 9,3 miliar. Kapasitas kapal induk ini mampu mengangkut 1.600 personil. Kapal induk dengan berat 65.000 ton ini mampu menjelajahi laut hingga 10.000 mil tanpa harus mengisi bahan bakar.

Anggaran awal pembuatan kapal ini juga menggelembung hampir dua kali lipat. Tingginya biaya untuk menambah otomatisasi di kapal besar yang hanya dibuat oleh 679 orang. Masalah lainnya yang membuat dana bertambah adalah keterlambatan pembuatan Lightning II untuk pesawat pembom siluman yang seharusnya mengisi dek penerbangan kapal induk ini.

3. DDG 1000 Zumwalt ( Destroyer Class )



Biaya pembuatan Kapal perang siluman yang dirancang untuk menyelinap pertahanan terakhir ini awalnya hanya USD 3,8 miliar. Namun demikian, pembuatan biaya kapal perang sangat canggih ini melejit hingga USD 7 miliar.

Naiknya harga hingga dua kali lipat disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena pemasangan teknologi mutakhir. Kabarnya, di radar musuh kapal ini hanya akan terdeteksi sebesar kapal nelayan biasa.

4. HMS Astute



HMS Astute adalah kapal selam kelas Nimitz yang baru baru ini terjebak di Skotlandia setelah kandas selama melakukan transfer pasukan ke pantai. Meski memiliki mesin nuklir yang mampu mendorong hingga 30 knot, mengeluarkan kapal akhirnya tetap memanggil kapal derek dan menariknya.

HMS Astute adalah kapal selam canggih yang dilengkapi torpedo yang dapat tenggelam hingga 30 mil. Kapal ini mampu meluncurkan torpedo hingga kejauhan 1.000 mil. Harga atau nilai kapal ini mencapai USD 5,5 miliar.

5. Charles de Gaulle


Charles de Gaulle adalah kapal induk Perancis yang menuai kontroversi selama puluhan tahun. Kapal induk senilai USD 4 miliar ini terdiri dari dua reaktor bertenaga nuklir yang bisa menghasilkan energi 117.000 kilowatt dan 4 generator diesel.

Kapal induk ini mampu menampung 40 pesawat tempur serta 1.900 personil. Panjang kapal ini mencapai 859 kaki dan lebar 206 kaki. Awal Januari 2015 dilaporkan bahwa Perancis akan mengirimkan kapal ini ke Teluk Persia sebagai bentuk kampanye melawan ISIS.
6. USS America



USS America adalah salah satu kapal perang terbaru milik Angkatan laut Amerika Serikat. Kapal ini digerakkan oleh sistem turbin berbahan bakar gas. Kendaraan perang seharga USD 3,4 miliar ini dalam sekali beroperasi mampu menjelajahi laut sejauh 11.000 mil pada kecepatan 16 knot dan 22.000 mil pada kecepatan 12,5 knot.

Kapal induk ini juga mampu membawa 34 pesawat tempur dan sekitar 18.300 meter persegi dek kapal digunakan untuk menyimpan kendaraan perang. Dalam kapal terdapat ruangan seluas 120.000 meter persegi untuk penyimpanan khusus peralatan tempur dan kebutuhan lainnya.

SUMBER : MERDEKA.COM

Jumat, 18 Juli 2014

Inilah Jenis Rudal Yang di Gunakan Untuk Tembak Jatuh MH17


Pemerintah Ukraina tuduh pihak Rusia atau Pro- Rusia yang telah menembak jatuh malaysia Airlines MH17 dekat perbatasan.

Sebelumnya (Baca : Komandan Militer Pro-Rusia ) mengaku memang telah melakukan tembakan salah sasaran atas MH17 yang mereka pikir itu adalah pesawat milik Ukraina yang membawa anggota militer dalam jumlah besar.

Lantas, Rudal seperti apa yang di gunakan oleh pihak Rusia?

Dalam tembakan tersebut, Rudal yang digunakan adalah berjenis Buk Missile dimana senjata jenis ini banyak digunakan pihak Rusia maupun Pro-Rusia.

Rudal jenis ini pertama kali di gunakan tahun 1972 dan terus berkembang sejak awal 1980-an.

Mengutip laman BusinesInsider, Buk Missile merupakan rudal kendali yang di khususkan untuk menembak pesawat terbang maupun helikopter bahkan bisa menghancurkan rudal yang di tembak oleh musuh.

Dengan jarak 13 kilometer, rudal ini ditembakan dengan bantuan truk-truk besar.

Senin, 16 Juni 2014

Pesawat Terbang dan Helikopter Buatan Indonesia


Indonesia telah memiliki pabrik pesawat sejak tahun 1976 yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Di bawah bendera PT Dirgantara Indonesia (Persero), Indonesia mampu memproduksi berbagai tipe pesawat dan helikopter.

Untuk membuat pesawat dan helikopter tersebut, Dirgantara Indonesia menggandeng berbagai perusahaan pesawat dan helikopter kelas dunia seperti Cassa (sekarang Airbus Military), Eurocopter dan Bell Textron.

Mau tahu pesawat dan helikopter yang diproduksi di Indonesia? Berikut hasil penelusuran detikFinance, Rabu (29/5/2013).

1. Pesawat Tipe NC 212
Dirgantara Indonesia telah memproduksi pesawat tipe NC 212-200 dan C 212-400. Untuk tipe NC 212-200, merupakan pesawat berukuran kecil.

Pesawat ini, bisa digunakan untuk keperluan komersial, angkut personil militer, kargo, misi khusus hingga transpotasi VIP. Untuk versi sipil penerbangan sipil, pesawat ini bisa dipasang 24 kursi penumpang. Pesawat baling-baling ini, menggunakan mesin turboprop.

2. Pesawat CN 235
Pesawat produksi Bandung lainnya adalah CN 235 versi 220 MPA dan 220 M. Untuk varian CN 235-200M, pesawat tipe ini bisa mengangkut 40 penumpang sipil atau 49 tentara untuk keperluan pesawat angkut militer.

Bahkan dengan lebar kabin pesawat 2,32 meter, CN 235 mampu mengangkut mobil ringan. Sementara untuk tipe CN 235-220 MPA, biasa digunakan untuk pesawat patroli pantai dan pesawat intai. Bahkan pesawat ini, telah digunakan oleh Korea Selatan sebagai pesawat patroli penjaga pantai.

3. Pesawat CN 295
Pesawat generasi terbaru karya Dirgantara Indonesia dan Airbus Military ini, merupakan pengembangan pesawat CN 235. Pesawat ini, berfungsi untuk keperluan patroli udara, angkut personil, pasukan, kargo, evakuasi korban, serta mempunyai kemampuan menurunkan logistik dari udara.

Pesawat ini, menggunakan mesin turboprop Pratt & Whitney PW 27 G Kanada. CN 295 ini, mulai banyak dilirik oleh negara ASEAN. Saat ini, Dirgantara Indonesia sedang menawarkan pesawat CN 295, CN 235, NC 212 ke 6 negara Asia Tenggara dengan tema ASEAN Roadshow.

4. Pesawat N 250
Pesawat N 250 merupakan pesawat asli karya putra putri bangsa. Pesawat penumpang baling-baling ini diproduksi dan diciptakan oleh Dirgantara Indonesia. Pesawat yang dirancang dalam 4 varian ini harus terhenti proyeknya di varian prototype 2.

Saat ini, pesawat N 250 yang berkapasitas 50 penumpang dan 70 penumpang terpajang pada apron milik
Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Setidaknya diperlukan dana US$ 1 miliar agar pesawat ini, bisa bangkit dan diproduksi massal kembali.

5. Pesawat N 219
Dirgantara Indonesia sedang mengembangkan pesawat asli karyanya. Menggandeng BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Dirgantara Indonesia mengembangkan pesawat penumpang dan kargo tipe kecil, N 219.

Pesawat ini direncanakan bisa diperkenalkan kepada publik tahun 2015. Pesawat berbadan kecil dan berkapasitas 19 orang ini nantinya bisa difungsikan untuk melayani daerah pedalaman dan pelosok Indonesia yang sulit dimasuki pesawat berbadan lebar.

6. Pesawat Tanpa Awak Puna Wulung
Dirgantara Indonesia berencana memproduksi varian pesawat tanpa awak atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Wulung di Bandung, Jawa Barat.

Dirgantara Indonesia akan menyempurnakan dan mensertifikasi pesawat yang telah dikembangkan oleh BPPT sejak tahun 2004 ini. Pesawat ini, nantinya bisa dimanfaatkan untuk keperluan pengintaian dan mata-mata. Bahkan varian pertama untuk PUNA Wulung, bisa terbang hingga radius 200 km dari pusat peluncuran.

7. Helikopter Bell
Dirgantara Indonesia menggandeng produsen helikopter dunia Bell Textron memproduksi helikopter tipe 412 EP. Dirancang untuk dua misi yakni militer dan sipil, helikopter ini telah digunakan berbagai institusi dan perusahaan.

Varian sipil, BELL 412 bisa difungsikan untuk angkut penumpang, angkut VVIP, ambulan udara dan pemadam kebakaran. Helikopter ukuran medium ini mampu mengangkut hingga 2 pilot dan 13 penumpang.

8. Super Puma
Dirgantara Indonesia mampu memproduksi helikopter berukuran besar tipe NAS 332 Super Puma. Menggadeng Eurocopter, Super Puma bisa digunakan untuk keperluan militer dan sipil.

Helikopter ini, mampu mengangkut 2 pilot dan 22 penumpang. Dirgantara Indonesia bersama Eurocopter, berhasil mengembangkan helikopter NAS 332 Super Puma varian terbaru menjadi Super Puma Cougar EC 725 untuk keperluan militer dan Super Puma EC 225 untuk keperluan sipil.

Vietnam ternyata telah memesan lima CN-295 dari Airbus Military, namun kemudian dikurangi menjadi tiga (photo : Kaskus Militer)

NAY PYI TAY - PT Dirgantara Indonesia berharap, pesanan Vietnam terhadap tiga unit pesawat jenis CN-295 dari Airbus Military, dapat dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Langkah ini juga akan menguntungkan Vietnam.

"Vietnam telah memesan lima unit CN-295 dari Airbus Military, namun belakangan dikurangi jadi tiga. Sampai sekarang pesanan itu belum dikerjakan oleh Airbus Military," kata Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia, Budiman Saleh, Selasa (28/5/2013) di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Budiman menjadi salah satu anggota rombongan road show CN 295 yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke enam negara Asean.

Setelah kemarin di Vietnam, hari ini rombongan berada di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Ketika bertemu dengan Sjafrie pada Senin (27/5/2013) di Hanoi, Vietnam, Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh, menyatakan, negaranya membutuhkan pesawat terbang yang mampu menerjunkan pasukan, mengangkut pasukan, punya daya angkut maksimal 10 ton, dan memiliki pintu di bagian belakang.

Secara eksplisit, Phung Quang lalu menyatakan ketertarikannya dengan CN-295 yang memenuhi kualifikasi pesawat yang dibutuhkan negaranya tersebut.

Menurut Budiman, pengalihan produksi pesawat CN-295 pesanan Vietnam dari Airbus Military ke PT Dirgantara Indonesia amat dimungkinkan karena sudah ada kolaborasi antara Airbus Military dan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi pesawat tersebut.

Indonesia juga ditunjuk sebagai main dealer pesawat itu untuk kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Ada sejumlah keuntungan bagi Indonesia dan Vietnam jika pesawat itu diproduksi di PT Dirgantara Indonesia.

"Jika dibuat di Indonesia, 50 persen dari komponen pesawat tersebut, yaitu bagian sayap, dibuat di Indonesia. Untuk Vietnam, mereka juga akan dimudahkan dalam pemeliharaan karena kami punya pusat pemeliharaan CN-295 di Bandung. Jika ada kebutuhan suku cadang, hanya butuh waktu sekitar empat jam untuk mengirimkannya ke Vietnam," jelas Budiman.

Rabu, 07 Mei 2014

10 Kapal Perusak Terbesar di Dunia

Dalam terminologi angkatan laut, kapal perusak atau kapal destroyer adalah kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver untuk mengawal kapal-kapal yang lebih besar dalam kelompok armada, konvoi dan memberikan perlindungan dari ancaman mesin perang yang lebih kecil seperti kapal torpedo, kapal selam, maupun pesawat terbang. Namun seiring perkembangan teknologi, kapal perusak saat ini bisa difungsikan untuk berbagai misi.

Ada beberapa jenis kapal perusak yang mengungguli kapal-kapal perang konvensional dalam hal ukuran, persenjataan dan kinerja. Artileri mengurutkan daftar 10 Kapal Perusak Terbesar di Dunia berdasarkan bobot benaman (displacement).

1. Tipe 052D (China)

 


Tipe 052D, versi upgrade dari kelas Luyang-II/Tipe 052C, adalah kapal perusak baru yang dibangun oleh galangan kapal Jiangnan Changxing untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China. Bobot benaman penuh 7.500 ton menjadikan Tipe 052D sebagai kapal perusak terbesar kesepuluh di dunia. Kapal pertama dari Tipe 052D, Kunming (172) dijadwalkan akan ditugaskan pada tahun ini.

Tipe 052D berdimensi panjang 155 meter, lebar 18 meter dan diawaki oleh 280 personel. Dipersenjatai dengan close-in weapon system (CIWS)*, senjata 130 mm single-barrel, tabung torpedo, dan sistem peluncur vertikal (vertical launch system/VLS) baru yang mirip dengan VLS MK 41 Amerika Serikat.

Tipe 052D dilengkapi dengan fasilitas pendaratan dan hanggar untuk helikopter, dan dilengkapi dengan sistem propulsi kombinasi diesel atau gas (CODOG) dengan dua mesin turbin gas QC-280 dan dua mesin diesel, memberikannya kecepatan maksimum 30 knot (55,56 km/jam).

2. Kelas Sovremenny-Project 956 Sarych (Rusia)

 

Kelas Sovremenny-Project 956 adalah jenis salah satu kapal perusak terbesar yang dimiliki Angkatan Laut Federasi Rusia. Galangan kapal Severnaya Verf membangun total 21 kapal perusak kelas Sovremenny yang saat ini masih tersisa 9 unit yang 5 unit dimiliki oleh Angkatan Laut Federasi Rusia dan 4 unit lainnya berada di bawah layanan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

Perusak kelas Sovremenny memiliki bobot benaman standar 6.500 ton sementara bobot benaman penuhnya 7.940 ton. Sovremenny diintegrasikan dengan berbagai senjata seperti rudal jelajah P-270 Moskit anti kapal, rudal Shtil permukaan ke udara (SAM), empat senjata 130 mm, empat senapan Gatling AK-630, dan peluncur roket RBU-1000 anti kapal selam (ASW), dan dua tabung torpedo kembar 533mm.

Sovremenny dilengkapi dengan sistem propulsi turbin uap GTZA-647, dan empat boiler-nya memberikan kecepatan maksimum 32 knot. Dek pendaratan pada Sovremenny bisa mengakomodasi satu helikopter.

3. Tipe 45/Kelas Daring (Inggris)

 

Tipe 45, atau juga dikenal sebagai kelas Daring, adalah kapal perusak kelas baru yang dibangun oleh BAE Systems Surface Ships untuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Tipe 45 menjadi kapal perusak terbesar dan tercanggih yang dimiliki Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Kapal perusak pertama dari Tipe 45, HMS Daring (D32), ditugaskan pada bulan Juli 2009, dan kapal keenam sekaligus yang terakhir, HMS Duncan (D37), dilantik ke Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada bulan September 2013. HMS Daring memiliki bobot benaman penuh lebih dari 8.500 ton dan diawaki oleh 190 personel.

Tipe 45 dipersenjatai dengan sistem pertahanan udara Sea Viper (PAAMS), sistem peluncur vertikal Sylver A50, rudal Aster, rudal Harpoon anti kapal, senjata Mark 8, dua senjata Oerlikon 30 mm, dua Phalanx CIWS, dan senapan mesin. Sistem propulsi integrated electric (IEP) memberikannya kecepatan tertinggi 27 knot.

4. Kelas Udaloy II-Project 1155.1 (Rusia)

 

Udaloy II-Project 1155.1, adalah kelas kapal perusak terbesar dari Angkatan Laut Federasi Rusia, juga sebagai kapal perusak terbesar ketujuh di dunia. Udaloy II merupakan versi upgrade dari kapal perusak Udaloy I anti kapal selam dan memiliki bobot benaman penuh lebih dari 8.900 ton.

Udaloy II diintegrasikan dengan sistem rudal anti kapal, sistem rudal permukaan ke udara Kinzhal dan rudal Kortic, CIWS, torpedo anti kapal selam, dan peluncur roket anti kapal selam. Kapal perusak ini juga dilengkapi dengan dek dan hanggar untuk dua helikopter. Kombinasi gas turbin yang dipasang pada perusak ini memberikannya kecepatan maksimum hingga 32 knot.

Galangan kapal Yantar (Kaliningrad) awalnya dikontrak untuk membangun tiga kapal kelas Udaloy II namun hanya satu yang dibuat, yaitu Admiral Chabanenko yang ditugaskan pada Januari 1999. Dua perusak lainnya dari kelas ini dibatalkan pembangunannya karena masalah pendanaan.

5. Kelas Kongo (Jepang)


Kapal perusak kelas Kongo memiliki bobot benaman penuh 9.500 ton, dan menjadi kapal perusak terbesar keenam di dunia. Perusak yang dioperasikan Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) ini diintegrasikan dengan sistem tempur Aegis canggih.

Perusak pertama dari kelas ini, Kongo (DDG-173) mulai ditugaskan pada Maret 1993 dan kapal keempat dan terakhir, Chokai (DDG-176) ditugaskan pada bulan Maret 1998.

Sistem senjata utama Kongo antara lain sistem peluncur vertikal, rudal anti kapal, dua Phalanx CIWS 20 mm, meriam rapid-fire 127 mm, dan dua triple torpedo tubes. Perusak ini didukung oleh sistem propulsi turbin gas yang memberikannya kecepatan maksimum 30 knot.

6. Kelas Arleigh Burke/Flight IIA (Amerika Serikat)

 

Kapal perusak kelas Arleigh Burke (DDG-51), merupakan kapal perusak terbesar saat ini yang dioperasikan Angkatan Laut Amerika Serikat, dan menjadi kapal perusak terbesar kelima di dunia. Perusak yang mulai dioperasikan Angkatan Laut AS pada tahun 1991 ini dilengkapi dengan sistem tempur Aegis.

Perusak ini dibangun oleh Bath Iron Works dan Huntington Ingalls Industries sebanyak 62 kapal dalam tiga varian, yaitu Flight I (DDG 51-71), Flight II (DDG 72-78), dan Flight IIA (DDG 79-112). Pembangunan perusak kelas Arleigh Burke varian Flight III direncanakan pada tahun 2016. Varian Flight IIA (versi terbaru) memiliki bobot benaman penuh 9.648 ton.

Arleigh Burke varian Flight IIA dipersenjatai dengan Standard Missile, rudal ASROC (peluncuran vertikal), rudal Tomahawk, rudal Sea Sparrow, torpedo MK-46, CIWS, dan senjata MK 45. Empat turbin gas LM 2500-30 membuat kapal ini mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 30 knot.

7. Kelas Kee Lung (Taiwan)

 

Kapal perusak kelas Kee Lung (aslinya kelas KIDD), merupakan kelas dari empat kapal perusak yang dioperasikan Angkatan Laut Republik China (Taiwan) dan menjadi kapal perusak terbesar keempat di dunia. Kapal-kapal perusak kelas ini awalnya dibuat untuk Angkatan Laut Iran namun kontrak batal dan selanjutnya dibeli oleh Taiwan dan dikirimkan antara tahun 2005-2006. Kelas Kee Lung merupakan kapal perang terbesar kedua milik Angkatan Laut Republik China.

Perusak kelas Kee Lung memiliki bobot benaman standar 6.950 ton dan bobot benaman penuh lebih dari 9.574 ton. Kapal diawaki oleh 363 personel dan dilengkapi dengan sistem komunikasi dan tempur canggih untuk misi-misinya.

Senjata utama Kee Lung adalah dua senjata 127 mm, dua CIWS, dua Mark 32 triple tubes, rudal permukaan ke udara, rudal jarak jauh anti kapal. Perusak ini mampu didarati oleh dua helikopter dan memiliki kecepatan penuh 33 knot.

8. Kelas Sejongdaewang/DDH III "Sejong the Great" (Korea Selatan)

 

Perusak kelas Sejongdaewang atau "Sejong the Great", juga dikenal sebagai DDH-III, adalah kelas kapal perusak baru (total tiga kapal) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Korea (ROKN). Kapal perusak kelas DDH-III menjadi kapal terbesar dalam armada Angkatan Laut Republik Korea dan menjadi satu-satunya kapal perusak Korsel yang menggunakan sistem tempur Aegis. Sejongdaewang memiliki bobot benaman penuh lebih dari 10.000 ton dan diawaki oleh 300 personel.

Perusak DDH-III dikembangkan dibawah program Korean Destroyer eXperimental (KDX). Tiga perusak kelas Sejongdaewang dibangun oleh Hyundai Heavy Industries dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering yang mulai dioperasikan antara tahun 2008-2012.

Sejong the Great mengusung senjata Mk-45 Mod 4, Goalkeeper CIWS, rudal anti kapal dan anti pesawat, serta roket dan torpedo anti kapal selam. Perusak ini dilengkapi dengan fasilitas pendaratan untuk dua helikopter dan sistem propulsi kombinasi turbin gas yang memberikan kecepatan maksimum 30 knot.

9. Kelas Atago (Jepang)

 

Bobot benaman penuh lebih dari 10.000 ton dan kapasitas kru 300 personel membuat kapal perusak kelas Atago yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) ini menjadi salah satu kapal perusak terbesar di dunia. Kapal perusak kelas Atago merupakan versi upgrade dari kapal perusak kelas Kongo dan memiliki ukuran panjang 165 meter.

Kapal pertama di kelasnya, Atago (DDG-177), ditugaskan pertama kali pada Maret 2007 dan kapal perusak kedua, Ashigara (DDG-178) mulai dioperasikan sejak Maret 2008.

Sistem senjata kapal perusak kelas Atago antara lain sistem tempur Aegis, Mk-41 VLS, dua meriam 20 mm, Mark 45 Mod 4 127mm gun, rudal anti kapal, dan Type 68 triple torpedo tubes. Perusak ini dilengkapi dengan tempat pendaratan dan hanggar untuk satu helikopter. Sistem propulsi turbin gasnya memberikan kecepatan maksimum 30 knot.

10. Kelas Zumwalt/DDG 1000 (Amerika Serikat)

 

Kelas Zumwalt adalah kapal perusak multi-misi, saat ini sedang dibangun oleh General Dynamics Bath Iron Works untuk Angkatan Laut Amerika Serikat, menjadi kapal perusak terbesar di dunia yang pernah dibangun dengan bobot benaman penuh 15.656 ton. Pembangunan Zumwalt dimulai pada Februari 2009 dan penyerahan kapal ini ke Angkatan Laut AS dijadwalkan segera pada tahun ini. Kapal pertama di kelasnya, USS Zumwalt (DDG 1000), diluncurkan pada Oktober 2013.
Masing-masing kapal perusak dari kelas Zumwalt akan berdimensi panjang 186 meter, lebar 24 meter, dan diawaki oleh 158 personel -bandingkan jumlah awaknya dengan kapal perusak lain, sangat efisien-. Kapal kombatan permukaan canggih ini dilengkapi dengan fitur siluman dan dapat melakukan operasi di pesisir (litoral) serta melakukan misi perang anti udara, anti kapal selam dan anti permukaan. Perusak ini berlayar dengan kecepatan 30 knot.

Zumwalt dipersenjatai dengan sistem peluncur vertikal 80-cell, dua senjata 155 mm, dan dua Close-In Gun Systems (CIGS) 30 mm. Teknologi kritis seperti all-electric integrated power systemdan damage control system juga dilengkapkan pada Zumwalt. Fasilitas penerbangan pada Zumwalt adalah hanggar dan dek penerbangan yang luas.


SUMBER : ARTILERI.ORG

10 Kendaraan Militer Tercanggih di Dunia

Berikut ini adalah kendaraan-kendaraan militer tercanggih didunia;

1. M60A1-Launched Bridge (AVLB)



AVLB M60A1 digunakan untuk digunakan sebagai jembatan yang dapat berpindah dengan menggunakan sistem scissor. Panjang Maksimal jembatannya adalah 18 meter.

2. Kendaraan Lapis Baja Trojan



Kendaraan lapis baja trojan adalah sebuah mesin pencari yang unik yang dioperasikan oleh Royal Engineers Angkatan Darat Inggris. Selain digunakan sebagai kendaraan basis perlindungan yang efektif, kendaraan ini juga biasa digunakan sebagai kendaraanpembersih ranjau darat. Dilengkapi dengan senapan mesin 7,62 untuk menanggulangi ancaman darat dan udara. Kecepatannya mencapai 59km/jam.

3. Engin de Franchissement de l'Avant



Digunakan oleh militer angkatan darat Perancis. Selain sebagai basis perlindungan, fungsi utamanya adalah sebagai jembatan atau juga feri.

4. M3 Amfibi RIG



Sebuah kendaraan amfibi yang unik yang digunakan sebagai jembatan atau proyeksi bagi tank dan kendaraan konvensional lainnya dalam menangani hambatan air. Kecepatan maksimumnya 80km/jam di darat dan 14 km/jam di air.

5. Wolverine M104 Heavy Assault Bridge



Juga digunakan sebagai jembatan pada operasi-operasi militer. Memiliki perangkat komunikasi yang canggih untuk dapat tetap berhubungan dengan pusat komando bahkan dari jarak yang sangat jauh.

6. Landing Craft Air Cushion (LCAC)



LCAC digunakan sebagai kapal pendarat oleh Angkatan Laut AS untuk mengangkut senjata, peralatan dan elemen serangan lainnya. Kendaraan unik juga digunakan oleh angkatan laut Jepang.

Panjangnya 87 kaki 11 inci atau sekitar 26,4 meter dengan kecepatan maksimal 74 km/jam. Cukup dioperasikan oleh 5 kru dan dilengkapi dengan 2 senapan mesin 12,7mm.

7. Expeditionary Fighting Vehicle (EFV)



EFV ini tergolong kendaraan militer baru yang masih dalam tahap pengembangan. Direncanakan akan dipakai sepenuhnya pada 2015. Kendaraan lapis baja ini hanya digunakan oleh Korps Marinir AS.

8. Rhino Runner



Percayakah anda bahwa Rhino Runner ini adalah sebuah bus?. Rhino Runner merupakan bis lapis baja yang banyak digunakan di perang Irak sebagai transportasi yang aman kontraktor sipil dan juga personil militer. Juga digunakan secara elstensif untuk mengangkut tahanan pengadilan khusus Irak.

9. M270 Multiple Launch Rocket System



M270 Multiple Launch Rocket System (M270 MLRS) sudah pernah digunakan dalam aksi perang Teluk dan perang Irak. Jumlah produksi kendaraan ini sudah mencapai 1300-an dan lebih dari 700.000 roket telah diproduksi. Sebagai sistem senjata, M270 MLRS ini cukup efektif dan praktis digunakan saat perang.

10. PTS-M



PTS-M adalah sebuah kendaraan transportasi amfibi yang digunakan oleh Uni Sovyet. Diperkenalkan pada tahun 1965. Selain digunakan Uni Sovyet, kendaraan ini juga digunakan oleh Mesir, Uruguay, Irak dan beberapa negara lain.